Guru merupakan salah satu sebutan para pengajar atau pendidik di sekolahan. Menjadi seorang guru itu harus menempuh pendidikan hingga S1. Tapi menurut saya seorang yang disebut guru adalah beliau yang mengetahui ilmu dan paham akan ilmu yang disampaikan, serta menyampaikan ilmu dengan kasih sayang serta keikhlasan dalam mengajarkan ilmu. Saya pernah mendengar cerita guru MTS, beliau pernah mengatakan kepada saya bahwa menjadi seorang guru itu enak dan mendapat gaji besar. Apakah pekerjaan guru itu hanya mencari sisi material saja? Itulah pemikiran guru –guru di era globalisasi sekarang. Kadang pemikiran tersebut bisa saja menjerumuskan anak didiknya ke dalam jurang kebodohan. Karena seorang guru hanya mengajarkan ilmu asal – asalan tanpa paham ilmunya.
Guru yang baik adalah orang yang mau mengajarkan ilmunya, membantu dalam permasalahan dan memberikan kasih sayang dalam setiap pengajarannya. Inilah yang paling sulit dilakukan seorang pendidik di sekolahan. Contohnya saja, seorang siswa mungkin takut pelajaran matematika karena disebabkan 2 hal, yaitu guru yang mengajarkan dan cara mengajarkan. Mungkin pelajaran matematika tidak akan menjadi momok jika diajarkan dengan penuh kasih sayang dan cara mengajarkan pula dengan inovasi kreatif sehingga siswa – siswa menjadikan pelajaran matematika adalah kesenangan yang berbeda.
Perlunya guru yang kreatif dalam mrngembangkan daya pikir anak – anak dalam mengolah ilmu. Terkadang otak ini senang dengan hal – hal yang menyenagkan, dan dari situlah jalan alternatif untuk menyampaikan ilmu. Ini pun harus berlanjut ketika seoarang guru harus menerima kreativitas anak dalam menyampaikan inspirasi saat menyeleseikan permasalahan, karena daya kreatif anak didik itu lebih berkembang daripada seorang guru.
Hal yang yang membosankan yang dilakukan guru saat pelajaran adalah ketika guru hanya menerangkan tanpa memperhatikan situasi anak didiknya. Banyak anak didik yang mengeluh karena seorang guru hanya melakukan aktivitas membaca hingga jam pelajaran usai. Apakah ini akan berlanjut ke generasi – generasi guru mendatang? Yang menyebabkan guru – guru melakukan aktivitas seperti itu karena beliau tidak paham akan materi yang diajarkan dan kemungkinan ini adalah peluang menjadi guru pertama kali. Ini yang menyebabkan kebanyakan dari anak didiknya lebih baik bermain yang lain dan tidak meperhatikan guru yang mengajarkan ilmu. Terciptanya guru yang memiliki ilmu itu memanglah tak semudah dan segampang yang kita pikirkan. Sebelum seorang guru itu terjun dalam dunia mendidik, mereka harus benar – benar paham akan ilmu yang diajarkan sehingga saat mendidik akan terciptanya interaksi antara guru dan anak didik. Banyaknya anak didik yang bertanya berarti mereka memiliki rasa antusias akan pelajaran yang diajarkan guru tersebut.
Satu hal yang tak luput saat mengajarkan ilmu yaitu adalah kasih sayang. Pemberian kasih sayang ini sangatlah penting dalam memberikan ilmu. Seorang anak didik akan merasa senang jika gurunya mau menerima aspirasi yang dilontarkan dari mulutnya. Ini akan membuat situasi baru antara anak didik dan guru. Adanya interaksi anak didik dan guru akan membuat anak didik tak canggung lagi mendekati gurunya, seolah gurunya adalah teman belajar yang efektif. Hal – hal yang tak seharusnya dilakukan guru adalah pemberian punishment yang memberatkan anak didiknya. Berilah punishment yang memotivasi anak didiknya agar tak mengulangi perbuatan yang menjengkelkan guru. Karena saya paham guru akan merasa jengkel jika ada anak didiknya yang tak memperhatikan saat beliau mengajar. Punishment pun dilakukan dengan penuh kasih sayang tanpa harus mengeluarkan muka muram dan marah, karena anak didik menjadi takut dan itu pun akan menambah ketidaksukaan anak didik terhadap gurunya. Berilah senda gurau yang bermotivasi saat hukuman berlangsung hingga si anak didik menyadari kesalahan. Karena itu kasih sayang itu adalah hal terpenting dalam mendidik anak. Tak ada kata lain selain kita harus menyayangi semua makhluk ini tanpa harus membeda – bedakan.
Akhirnya, Jadilah guru yang terbaik untuk anak didiknya, berilah mereka motivasi dan bukalah pandangan mereka dengan cara kreatif serta berikan kasih sayang yang tak henti – hentinya pada mereka. Kau guru harapan, yang akan mendidik siswanya tanpa harus menerima bayar yang sepadan. Itulah perjuangan seorang guru yang perlu diapresiasi. Saya yakin masih banyak guru yang mau memperhatikan anak didiknya daripada gajinya. Termakasih untuk guru – guru yang telah memberikan ilmunya secara ikhlas.







Pertamax
ReplyDeletemenurut teropong saya nih, guru indonesia lebih mementingkan tolok ukur gaji mereka, daripada sumbangsihnya dg meningkatkan profesionalisme dan kreatifitas seorang guru.
salam kenal, ditunggu komentar baliknya. :D
seperti itulah guru saat ini, hanya sedikit guru yang dapat membanggakan negeri.
ReplyDeletesekarang saatnya generasi muda meregenerasi guru - guru yang tak profesional...
terimakasih atas kunjungannya.