Lihatlah dari perspektif yang berbeda!

Biarkan Dia bermanfaat pada yang lain, tapi berilah dia kesempatan yang berbeda untuk membuktikan bahwa yang di bawah tak mesti di bawah. Tapi dia akan menjadi yang teratas sesuai siapa penggunanya.

Awal berpetualang!

Terus berpetualang hingga hingga arti kehidupan itu akan terkenang. Ini hidup yang akan menjadi sejarah baru.

Datanglah Keanekaragaman Cinta!

Masa - masa berbuah pun telah tiba, aksi penuh semangat kebersamaan, kehormatan, kebahagiaan dan kasih sayang menjadi dasar terbentuknya ikatan persahabatan.

Jiwa Leader telah bangkit!

Sembari berjalannya waktu, Kehidupan yang tak luput dari cengkraman mata. Berdiri di atas Bumi penuh harap akan memberikan mimpi - mimpi baru.

Teruslah Berkarya!

Sekecil apapun ilmu dan harta ini untuk berbagi. Mimpi - mimpi yang akan memberi warna baru di Bumi pertiwi.

Thursday, 16 October 2014

Saat Kata Tak Diperdengarkan

Luapan canda di pagi menuju siang benderang
sayup-sayup rindu tak terlupakan
kata manis yang dulu terkenang
mati langkah di ujung sambutan

Tak tahu darimana arah suara ku perdengarkan
di situ ku kembali menulis dan tertahan
melihat yang memang sudah dulu ku ajarkan
sedih rasa sudah qodar melawan

memanglah tanpa guna kata-kata yang tertantang
mungkin tak baik nasehat yang kurang benar
tak tahu memang rindu selalu ingin melawan
tapi tetap mungkin sulit diperdengarkan

kata siapa ku tak tahu?
aku tahu kalau itu suara Adzan
biarlah ayat-ayat Qur'an pembuka hati yang hilang
kembali lagi terisi di dada seorang pemilik iman

Sudah ku ajarkan banyak hal,
mungkin disitulah tempat dikau senang
sudah ku maafkan beribu hal,
mungkin disitulah tempat dikau senang

Anak ku; yang ku sayang, rindu setahun yang lalu
kau masih senang gembira dengan ku
tapi  sekarang suara ku telah kau lupakan
tanpa lagi kau dengarkan,
hingga kau lupa pasang hati dengan iman

Anak ku; yang ku sayang, rindu setahun yang lalu
kau masih tertawa ria menyambut datangnya rembulan
sekarang kau senang dengan hidup yang seperti itu

Ku hanya diam, bukan karena ku tak tahu.
tapi karena aku ingin ajarkan kau tentang hidup
anakku, akan ada saatnya nanti dirimu menangisi ku
orang yang kau anggap tanpa ilmu yang selalu disamping mu
Ibu...

Didedikasikan untuk seorang Wanita Tangguh
Karya Anak Jalanan

Monday, 22 September 2014

Di Balik Senja mulai Gelap Gulita



Hitam di sana serasa hampa
Kalau semua sudah tak ada
Biar raga sehebat baja
Tak mungkin menolak rasa

Sembari tertawa di waktu senja yang hampir gelap gulita
Anak-anak berlari memburu sarung dan pecinya,
Menuju langgar yang mengarah terbenamnya matahari di barat sana

Tak tahu itu kah senja di balik gelap gulita
Risau tak berada
Sejenak ku berkata
“Ku ingin ada bukan sampingan belaka”

Ku terhibur oleh suara-suara kakek tua di cerobong suara
Suaranya merdu indah seumpama musik klasik di negeri seberang sana
Hingga ku bertanya-tanya
Penting manakah Tuhan berada?

Di balik senja biarlah menjadi asa
Sujud sebentar hilanglah duka
Tapi asa kembali terisi di dada
Jawabnya dari sebelah saat sudah bertanya
Tapi memang sebelah ku lebihlah rupawan, pandai dan bijaksana

Ku berlari pulang menengok cahaya matahari
Ternyata sudah redup tak lagi berapi-api
Tinggal awan hitam bertebaran di sampingnya,
Mungkin sudah terisi senyum bulan yang lebih menawan
Putih bundar dan sempurna

Menepis Asa, 22 September 2014

Wednesday, 10 September 2014

Sakitnya itu lho!


Sukses dihari kemarin bukan berarti esok kita kembali sukses, begitu pula kesehatan. Tak selamanya kita akan sehat, kadang kita malah mengkufuri nikmat sehat, malah seolah-olah kita berpura-pura sakit agar mendapat perhatian. Sakit menurut saya adalah nikmat yang harus disyukuri, mungkin ini salah satu perantara penghapus dosa-dosa kita jika kita bisa berlaku ikhlas. Allah adil dalam memberikan nikmat, Dia memberi sakit agar kita bisa mengerti berapa pentingnya nikmat sehat. 

9 September 2014, rasanya hidung mulai melihatkan tampangnya. Keluarnya ingus pekat yang sangat kental membuat nafas terseok-seok, Tapi tak lama kemudian hawa panas menyelimuti seluruh badan tanpa ampun, dari bawah kaki hingga atas tak bisa merasakan hawa dingin. Itu pun masih ditambah rasa perut terlilit, ingin rasanya semua isi dalam perut keluar. Sungguh saat itu harus menahan maha dasyatnya demam tinggi di suhu dingin. Tapi sekilas semua berhenti seketika ada seseorang yang memberi saran. Mungkin dia bukanlah seorang pakar tapi hanya ahli di bidang kesehatan. inisial "A". Terimakasih banyak atas segalanya yang telah diberi dengan keikhlasan.
Cukup memuaskan saran dari dia :
Ranitidine 2 x 1 --> Lambung
Quantidex 3 x 1 --> Pilek
Paracetamol 3 x 1 --> Panas
Amoxilin

Mungkin resep ini dapat berguna bagi para Sahabat DC yang menderita penyakit seperti yang saya alami.

"A" bukanlah seorang yang biasa menurut saya tapi dia memanglah cerdas dalam segala bidang. Otaknya sangat brilian memberikan solusi yang cepat dan tepat. Terimakasih banyak buat si "A".

kembali lagi ke topik pembahasan,
Sakit adalah nikmat yang patut disyukuri. Selagi sehat mari kita tetap menjaga kebersihan agar terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan kita.
Semoga segala kebaikan yang kita perbuat, tercatat sebagai pahala, Dan segala kesalahan yang kita perbuat diampuni dan dihapus dosanya oleh Allah, Aamiin.

Thursday, 26 June 2014

Nikmat Tuhan manakah yang engkau Dustakan?

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55] )