Lihatlah dari perspektif yang berbeda!

Biarkan Dia bermanfaat pada yang lain, tapi berilah dia kesempatan yang berbeda untuk membuktikan bahwa yang di bawah tak mesti di bawah. Tapi dia akan menjadi yang teratas sesuai siapa penggunanya.

Awal berpetualang!

Terus berpetualang hingga hingga arti kehidupan itu akan terkenang. Ini hidup yang akan menjadi sejarah baru.

Datanglah Keanekaragaman Cinta!

Masa - masa berbuah pun telah tiba, aksi penuh semangat kebersamaan, kehormatan, kebahagiaan dan kasih sayang menjadi dasar terbentuknya ikatan persahabatan.

Jiwa Leader telah bangkit!

Sembari berjalannya waktu, Kehidupan yang tak luput dari cengkraman mata. Berdiri di atas Bumi penuh harap akan memberikan mimpi - mimpi baru.

Teruslah Berkarya!

Sekecil apapun ilmu dan harta ini untuk berbagi. Mimpi - mimpi yang akan memberi warna baru di Bumi pertiwi.

Saturday, 27 November 2010

Kala Hati Berduka

Tangis merdu di ujung Sanubari,
Sakit penuh dengan kucuran air mata,
Hingga Esok tetap terjaga..
Hinakah kami hingga teraniaya?
Pantaskah kami untuk menemani kucuran iar mata ini?

Harap ku telah berganti sakit di hati....
menemani pijakan suci sang kata hati.....

Sunday, 21 November 2010

Teriak Kami

Serdadu berlari...
mencari apa yang ada di sini...
Serdadu berlari....
menghirup nafas yang kian habis di kota mungil ini

Di sini kami berteriak....
seraya melawan rasa takut akan mati..

Di sini kami berteriak....
ingin nafas yang telah pergi kan kembali...

Di sinilah Kami berteriak ...
mencari - cari semua hal yang tak berarti...
menutup mata hingga kini....

Thursday, 11 November 2010

Bawah Langit

Ribuan lambaian tangan menari di bawah langit
menghujam mulut para pendusta ...
di bawah langit ...
di bawah langit ...
kami berteriak entah siapa kan menjawab...
karena kami hanya makhluk tertindas ...
di bawah langit
di bawah langit
kami berdo'a, bersujud pada sang pencipta
tapi tetaplah hanyalah hamba yang penuh dosa...
di bawah langit
di bawah langit
kami merindukan syurga......

Friday, 5 November 2010

 Di Bawah Musibah

Mentari merah telah berlalu di seberang sana
tinggal tangis tawa sejajar dengan ratapan murka

Nyawa berserakan dengan duka
menangisi tanpa lelah di sana...

Sebuah kisah antara Oktober-November
di seberang kota Jogja......
menebarkan abu kemana angin membawanya...
ke bilik-bilik Pulau Jawa.....

Lambaian nan sunyi di bawah musibah ini
Membangunkan semua hati nurani yang tertawa......

Yang Terguncangkan

hidup antara panjang usia, kematian manusia....
di sisi gunung berapi dan lautan
berseru air mata berjatuhan,
di samping langit - langit kegemparan...
menimbulkan deru tangis penerang kehidupan