Lihatlah dari perspektif yang berbeda!

Biarkan Dia bermanfaat pada yang lain, tapi berilah dia kesempatan yang berbeda untuk membuktikan bahwa yang di bawah tak mesti di bawah. Tapi dia akan menjadi yang teratas sesuai siapa penggunanya.

Awal berpetualang!

Terus berpetualang hingga hingga arti kehidupan itu akan terkenang. Ini hidup yang akan menjadi sejarah baru.

Datanglah Keanekaragaman Cinta!

Masa - masa berbuah pun telah tiba, aksi penuh semangat kebersamaan, kehormatan, kebahagiaan dan kasih sayang menjadi dasar terbentuknya ikatan persahabatan.

Jiwa Leader telah bangkit!

Sembari berjalannya waktu, Kehidupan yang tak luput dari cengkraman mata. Berdiri di atas Bumi penuh harap akan memberikan mimpi - mimpi baru.

Teruslah Berkarya!

Sekecil apapun ilmu dan harta ini untuk berbagi. Mimpi - mimpi yang akan memberi warna baru di Bumi pertiwi.

Tuesday, 26 February 2013

Keburukan yang lalu

"Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan diiringilah perbuatan dosamu dengan kebaikan, pasti kebaikan itu akan menghapus keburukan tadi. Dan bergaullah sesama manusia dengan akhlak yang baik."
(HR. Tirmidzi)

Sudah terlalu tua kita melakukan begitu kesalahan yang berujung dengan kesalahan-kesalahan selanjutnya. begitu sulit pula kita melepas seragam duniawi ini dengan banyak berdzikir. Kadang lentera hidup ini melingkari semangat juang yang telah tertanam sejak kecil untuk menjadi yang terbaik dari generasi terbaik. Akankah setiap perut kosong ini terisi dengan sedemikian kerisauan keburukan yang tertanam dari dulu ataukah terdiam tanpa harus mengubahnya menjadi halal untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Sebuah kerisauan yang dialami seseorang ketika dia berbuat salah, kadang akan menjadi sebuah senapan tajam untuk menggugurkan kebaikan yang telah berlalu. Tapi tak usahlah kalian "GALAU" hingga siap-siap melepaskan tanggung jawab di dunia dengan  kesenangan yang hanya fana.

lelah memang ketika kita harus menghitung-hitung berapa banyak kesalahan yang terbuat oleh raga ini. Tapi Allah maha Pengampun, Rasul pun memberikan jalan yang termudah yaitu kita hanya disuruh ber-Taubatan Nasuha dan tidak mengulangi segala kesalahan-kesalahan yang lalu. Betapa Maha Pemurah yang telah memberikan begitu nikmat agar kita masih berani menatap kebenaran hakiki untuk menyelesaikan masalah. 

Hadist di atas itulah bukti bahwa Rasul kita Nabi Muhammad SAW begitu sayang pada umatnya. Setaiap langkah keburukan iringilah dengan kebaikan, ketika lupa istigfarlah. Mungkin inilah jalan terbaik yang akan terurai indah kelak di Jannah. Syurga telah dijanjikan untuk kaum yang bertaqwa, maka bertaqwalah dengan sungguh-sungguh. Taqwa menurut definisi yang telah saya pelajari artinya adalah takut kepada Allah. Dan itulah makna kecil yang akanterlintas di hati ini untuk memerangi kesalahan yang begitu banyak terukir.

Semua akan menjadi saksi, begitu juga tulisan ini akan menjadi sakti terbaik saya jika dapat berbagi untuk memberi tanpa harus meminta.

Mungkin akan saya lanjutkan ke pembahasan mendalam tentang Keburukan di lain waktu.

Wednesday, 13 February 2013

Jangan Marah!

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]


Setiap waktu adalah momentum yang luar biasa, ketika kita harus melewati momentum itu dengan kemarahan mungkin kita akan jatuh dalam lubang kehinaan. Marah adalah hal hina ketika seseorang tidak dapat menahan kontrol diri. Marah ialah bergejolaknya darah dalam hati untuk menolak gangguan yang dikhawatirkan terjadi atau karena ingin balas dendam kepada orang yang menimpakan gangguan yang terjadi padanya, Sumber Pusakaimamsyafii.com. Marah juga dapat diartikan gejolak dalam jiwa yang mangajak atau mengarahkan perbuatan yang keras dan menimbulkan dendam. Di tilik dari adab seorang muslim pun tidak sewajarnya melakukan marah di tempat umum hanya untuk mengeluarkan kata-kata kotor

Berikan sesuap kenikmatan untuk menahan amarah tersebut. Jadilah Muslim sejati yang bisa memberikan suri tauladan kebaikan dan kebenaran.  Orang yang menahan amarah akan mendapat 2 kebaikan yaitu di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dimuliakan sedangkan diakhirat akan mendapat berlipat-lipat kebaikan. Untuk menahan amarah ada beberapa hal cara yang dapat dilakukan sebagai berikut :
  1. Merubah posisi, apabila marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, dan apabila marah dalam keadaan duduk hendaklah berbaring.  
  2. Berlindung kepada Allah dari godaan setan dengan membaca:

    أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
    Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
  3. Berwudhu
  4. Latihlah dan tempalah jiwa dengan kebaikan
  5. Tinggalkan pembicaraan yang menimbulakan kemarahan
  6. Berdzikir atau mengingat Allah

Ingatlah bahwa kemarahan adalah yang hina, jika dijalankan akan menimbulkan kehinaan dalam dirinya. Beberapa hal agar marah tak mendatangi kita, sebagai berikut:
  1. Menahan marah adalah akhlak seorang muslim.
  2. Kerinduan terhadap Syurga.
  3. Kesabaran kunci kemenangan dan keridhoan
  4. Kemarahan adalah kekalahan atau kehinaan    
Allah adalah tempat kita untuk memohon ampunan, karena itu berserahdirilah pada Allah semoga Allah melindungi kita dari kebodohan-kebodohan yang kita perbuat.

Saya selipkan sebuah inspirasi iman agar menambah keimanan kita, Allah itu murka terhadap orang yang marah.
Yang sedikit ini adalah pengingat bukan Nasehat tapi berilah saya waktu untuk berbagi, karena berbagi tidak saja dengan uang tetapi ilmu yang seolah tak berharga tetapi jika selalu terus menerus akan membuahkan kelak di Akhirat.
 

Wednesday, 6 February 2013

Kematian adalah Pilihan?

" Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah "
 (HR. Muslim)

Judul yang saya angkat mungkin terlalu aneh yaitu "kematian adalah pilihan?". Memanglah kematian adalah puncak terakhir kita memberikan sesuap kenyamanan yang akan kita petik hasilnya di akhirat kelak. Mati adalah pilihan, terkadang itu adalah pilihan tersulit untuk mendapatkan kematian yang khusnul khatimah agar hidup di akhirat lebih terasa "ENAK". Minggu, 3 Februari 2013 sangatlah istimewa, ketika seorang motivator membedah bukunya "DEADLINE YOUR LIFE". Saya terasa tercengang karena dari sekelumit buku tersebut telah menjurus kedalam kematian. ada kata-kata yang paling teriang-iang yaitu " Mati itu misteri, mati itu Ghaib, Mati itu tiba-tiba ". Hanyalah mimpi jikalau kita bisa terbangun dari mati, semua akan terasa berat ketika kematian itu datang tanpa diundang dan harus berpijak pada kebaikan untuk menasehati kesalahan sebelum kematian menerjang. Setiap kematian adalah pilihan, karena semua manusia menginginkan kematian yang khusnul khatimah tetapi tak pernah melirik kebiasaan di dunia sebelum datang kematian. Saya sadar ketika hal-hal berkaitan dengan kematian akan menghabiskan banyak pembahasan tetapi saya hanya sekedar mengingatkan.

5 Februari 2013, Sungguh-sunguh nyata, kematian datang dari seorang TNI di Jl. Wates tertabrak Truck. Kadang kita lalai dalam melangkah hingga lengah, maut menjemput tanpa maksud yang penuh hati memberi kesempatan terbaik dalam kematian. Kematian itu pilihan, sesuap nasi bisa membunuh secara su'ul khatimah jika tanpa sadar kita melupakan do'a. Semua tergantung pada kebiasaan, karena mati adalah pilihan. Layakkah kita mati dalam keadaan terbisu membuta diri? Jika layak, rasakan siksa akan pertanggungjawaban atas kebiasaan buruk di dunia. Maka berilah sedikit waktu yang terbiasa agar mati juga mengikuti dengan syarat kelulusan nilai tertinggi dalam menyembah sang Ilahi.

Kesempatan mungkin datang sekali, gunakalah semestinya. karena hidup hanyalah sekali, jika terpaksa mati, matilah dengan keadaan khusnul khatimah. Tangis akan menjadi saksi ketika taubat telah terlampir disisi-sisi kebaikan. Kita tak harus menyapa kebaikan tapi kita harus memiliki transkip nilai terbaik dan IPK Cumlaude kebaikan sebagai syarat melamar penghuni Syurga. 

Banyak sekali remaja tak menghargai diri, berkeliaran bagaikan ayam tanpa kandang. Bertengkar seperti kucing. Terkejar bak tikus yang terkapar. Ini adalah pilihan, apakah mati dengan terkejar atau memberi dengan mengejar? Janganlah engkau menyesal dalam keadaan apapun, karena titik terakhir penyesalan adalah kematian. Agar mati bijaksana dipandang hormati dari malaikat penyabut nyawa, berilah ilmu yang berarti tanpa harus diberi, beri karya yang terbaik tanpa harus mendapat asa di hati. Allah telah memberi kita kebaikan lahiriah dan batiniah untuk memilih jalan kematian yang terbaik.

To be continue, Semoga dapat terus ku tulis sebagai tanda ketika mata telah terbuka dan nafas terhembus di atas langit-langit raja dunia.