Wednesday, 6 February 2013

Kematian adalah Pilihan?

" Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah "
 (HR. Muslim)

Judul yang saya angkat mungkin terlalu aneh yaitu "kematian adalah pilihan?". Memanglah kematian adalah puncak terakhir kita memberikan sesuap kenyamanan yang akan kita petik hasilnya di akhirat kelak. Mati adalah pilihan, terkadang itu adalah pilihan tersulit untuk mendapatkan kematian yang khusnul khatimah agar hidup di akhirat lebih terasa "ENAK". Minggu, 3 Februari 2013 sangatlah istimewa, ketika seorang motivator membedah bukunya "DEADLINE YOUR LIFE". Saya terasa tercengang karena dari sekelumit buku tersebut telah menjurus kedalam kematian. ada kata-kata yang paling teriang-iang yaitu " Mati itu misteri, mati itu Ghaib, Mati itu tiba-tiba ". Hanyalah mimpi jikalau kita bisa terbangun dari mati, semua akan terasa berat ketika kematian itu datang tanpa diundang dan harus berpijak pada kebaikan untuk menasehati kesalahan sebelum kematian menerjang. Setiap kematian adalah pilihan, karena semua manusia menginginkan kematian yang khusnul khatimah tetapi tak pernah melirik kebiasaan di dunia sebelum datang kematian. Saya sadar ketika hal-hal berkaitan dengan kematian akan menghabiskan banyak pembahasan tetapi saya hanya sekedar mengingatkan.

5 Februari 2013, Sungguh-sunguh nyata, kematian datang dari seorang TNI di Jl. Wates tertabrak Truck. Kadang kita lalai dalam melangkah hingga lengah, maut menjemput tanpa maksud yang penuh hati memberi kesempatan terbaik dalam kematian. Kematian itu pilihan, sesuap nasi bisa membunuh secara su'ul khatimah jika tanpa sadar kita melupakan do'a. Semua tergantung pada kebiasaan, karena mati adalah pilihan. Layakkah kita mati dalam keadaan terbisu membuta diri? Jika layak, rasakan siksa akan pertanggungjawaban atas kebiasaan buruk di dunia. Maka berilah sedikit waktu yang terbiasa agar mati juga mengikuti dengan syarat kelulusan nilai tertinggi dalam menyembah sang Ilahi.

Kesempatan mungkin datang sekali, gunakalah semestinya. karena hidup hanyalah sekali, jika terpaksa mati, matilah dengan keadaan khusnul khatimah. Tangis akan menjadi saksi ketika taubat telah terlampir disisi-sisi kebaikan. Kita tak harus menyapa kebaikan tapi kita harus memiliki transkip nilai terbaik dan IPK Cumlaude kebaikan sebagai syarat melamar penghuni Syurga. 

Banyak sekali remaja tak menghargai diri, berkeliaran bagaikan ayam tanpa kandang. Bertengkar seperti kucing. Terkejar bak tikus yang terkapar. Ini adalah pilihan, apakah mati dengan terkejar atau memberi dengan mengejar? Janganlah engkau menyesal dalam keadaan apapun, karena titik terakhir penyesalan adalah kematian. Agar mati bijaksana dipandang hormati dari malaikat penyabut nyawa, berilah ilmu yang berarti tanpa harus diberi, beri karya yang terbaik tanpa harus mendapat asa di hati. Allah telah memberi kita kebaikan lahiriah dan batiniah untuk memilih jalan kematian yang terbaik.

To be continue, Semoga dapat terus ku tulis sebagai tanda ketika mata telah terbuka dan nafas terhembus di atas langit-langit raja dunia.   

1 Komentar: