Wednesday, 13 February 2013

Jangan Marah!

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]


Setiap waktu adalah momentum yang luar biasa, ketika kita harus melewati momentum itu dengan kemarahan mungkin kita akan jatuh dalam lubang kehinaan. Marah adalah hal hina ketika seseorang tidak dapat menahan kontrol diri. Marah ialah bergejolaknya darah dalam hati untuk menolak gangguan yang dikhawatirkan terjadi atau karena ingin balas dendam kepada orang yang menimpakan gangguan yang terjadi padanya, Sumber Pusakaimamsyafii.com. Marah juga dapat diartikan gejolak dalam jiwa yang mangajak atau mengarahkan perbuatan yang keras dan menimbulkan dendam. Di tilik dari adab seorang muslim pun tidak sewajarnya melakukan marah di tempat umum hanya untuk mengeluarkan kata-kata kotor

Berikan sesuap kenikmatan untuk menahan amarah tersebut. Jadilah Muslim sejati yang bisa memberikan suri tauladan kebaikan dan kebenaran.  Orang yang menahan amarah akan mendapat 2 kebaikan yaitu di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dimuliakan sedangkan diakhirat akan mendapat berlipat-lipat kebaikan. Untuk menahan amarah ada beberapa hal cara yang dapat dilakukan sebagai berikut :
  1. Merubah posisi, apabila marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, dan apabila marah dalam keadaan duduk hendaklah berbaring.  
  2. Berlindung kepada Allah dari godaan setan dengan membaca:

    أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
    Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
  3. Berwudhu
  4. Latihlah dan tempalah jiwa dengan kebaikan
  5. Tinggalkan pembicaraan yang menimbulakan kemarahan
  6. Berdzikir atau mengingat Allah

Ingatlah bahwa kemarahan adalah yang hina, jika dijalankan akan menimbulkan kehinaan dalam dirinya. Beberapa hal agar marah tak mendatangi kita, sebagai berikut:
  1. Menahan marah adalah akhlak seorang muslim.
  2. Kerinduan terhadap Syurga.
  3. Kesabaran kunci kemenangan dan keridhoan
  4. Kemarahan adalah kekalahan atau kehinaan    
Allah adalah tempat kita untuk memohon ampunan, karena itu berserahdirilah pada Allah semoga Allah melindungi kita dari kebodohan-kebodohan yang kita perbuat.

Saya selipkan sebuah inspirasi iman agar menambah keimanan kita, Allah itu murka terhadap orang yang marah.
Yang sedikit ini adalah pengingat bukan Nasehat tapi berilah saya waktu untuk berbagi, karena berbagi tidak saja dengan uang tetapi ilmu yang seolah tak berharga tetapi jika selalu terus menerus akan membuahkan kelak di Akhirat.
 

0 Komentar:

Post a Comment