Segerombolan anak ingusan datang menerjang
ku tahu apa yang kan mereka lakukan...
tapi apa yang ada tak seindah yang di rasa
ketika hijau pun menyala,
ku tinggalkan mereka di sudut kota..
langkah sayup mereka,,
mengingatkan ku dengan sang wakil kita...
Hura, tawa di sana berbeda dengan nasibnya
karena merekalah yang tersingkirkan..
dan realita yang ada adalah penyebabnya..
hingga jari mereka tak tahan lagi,
untuk merasakan apa yang ada di sudut kota..
rasa malu pun telah terabaikan...
hanya untuk menginginkan sekeping logam penuh arti....
..










