Hitam di sana serasa hampa
Kalau semua sudah tak ada
Biar raga sehebat baja
Tak mungkin menolak rasa
Sembari tertawa di waktu senja
yang hampir gelap gulita
Anak-anak berlari memburu sarung
dan pecinya,
Menuju langgar yang mengarah
terbenamnya matahari di barat sana
Tak tahu itu kah senja di balik gelap gulita
Risau tak berada
Sejenak ku berkata
“Ku ingin ada bukan sampingan belaka”
Ku terhibur oleh suara-suara kakek tua di cerobong suara
Suaranya merdu indah seumpama musik klasik di negeri
seberang sana
Hingga ku bertanya-tanya
Penting manakah Tuhan berada?
Di balik senja biarlah menjadi asa
Sujud sebentar hilanglah duka
Tapi asa kembali terisi di dada
Jawabnya dari sebelah saat sudah bertanya
Tapi memang sebelah ku lebihlah rupawan, pandai dan
bijaksana
Ku berlari pulang menengok cahaya
matahari
Ternyata sudah redup tak lagi
berapi-api
Tinggal awan hitam bertebaran di
sampingnya,
Mungkin sudah terisi senyum bulan
yang lebih menawan
Putih bundar dan sempurna
Menepis Asa, 22 September
2014






cieeehh puitiisss :D
ReplyDeleteSedikit saja kawan
Delete