Di lembah kita menyerah
Di bukit gersang kita berpaling kalah
Di bukit gersang kita berpaling kalah
Di hadapan mereka penuh gairah
Di ranjang kesabaran tak mau mengalah
Sibukkah setiap kesah hanya jadi panutan dan umbaran pasrah
Wates, 30 Desember 2012
Wates, 30 Desember 2012
Bolehkah kesah jadi panutan? Ini adalah zaman ketika anak muda telah berpasrah pada keadaan. Tanpa ada sebuah follow up yang telah dipelajari selama ini. Sebuah tindakan dimana mereka menyibukkan keluh kesah mereka di sebuah tempat yang dapat dilihat kepada orang di dunia. Inilah penyakit yang akan merasuki keadaan para pemuda, karena setiap kata yang di tulis akan menjadi do'a.
Negeri ini akan dipimpin oleh para generasi yang hanya mengandalkan keluh kesah saja? Dimana mereka mengumbar keadaan yang sedang dialami. Negeri ini akan menjadi tempat yang dijajah secara diam-diam dengan teknologi. Padahal jika dibandingkan dengan negera lain, negara kita adalah pengguna internet peringkat ketiga se-Asia (solopos.com). Peringkat terbaik, yang ingin diidam-idamkan para teknolog, tapi manusianya tak beradab hanya menggunakan teknologi sebagai konsumsi publik bukan memberi inspirasi publik.
Rasulullah sendiri juga pernah galau (risau) ketika mendapatkan wahyunya, beliau menggigil tajam tapi beliau tak umbara semua keadaan ini pada khalayak umum. Tapi beliau meminta saran ke pada Sang Isteri tercinta (Khatidjah). Risau saja dialami seorang nabi dambaan umatnya dulu dan sekarang. Tapi umat sekarang malah berpasrah pada keadaan, sungguh miris ketika para pengecut penerus bangsa hanya bersikap seperti itu.






0 Komentar:
Post a Comment