Wangi bumi mengharumi langit seisinya
Meneriakkan rasa malu akan pemimpin
Memecah lautan tanpa hirau
Menjauh tapak kaki di ujung gunung
Tak lihat badan di atas kemewahan
Tutup hatinya menuju emas di dunia
Si fulan pun berteriak “tolong”
Kau lemah akan arif di tangan
Mulutmu bercanda bagai teriakan singa
Kau hanya bisa bertutur sambil tertawa tercekik-cekik
Kau itu presiden atau wali?
Apalagi ucap sang wakilmu
Murah mulutnya untuk konyolannya itu
Tua mulutmu akan habis hidupmu
Untuk apa kau berteriak malu seperti itu untuk hidupmu
Kau kan mati seperti kami ini
Tak usahlah kau harapkan mimpi emas itu
Bumi ini adalah mangkok kecilmu
Ingatlah anggota badanmu yang telah telantar
Dia ingin hidup seperti mu
Tapi apa?
Kau hanya bertutur lembut untuk menghiburnya
Ha………..ha……..
Pemerintahanmu konyol!
Seperti kamu dan wakilmu
5 Januari 2009






0 Komentar:
Post a Comment