sayup-sayup rindu tak terlupakan
kata manis yang dulu terkenang
mati langkah di ujung sambutan
Tak tahu darimana arah suara ku perdengarkan
di situ ku kembali menulis dan tertahan
melihat yang memang sudah dulu ku ajarkan
sedih rasa sudah qodar melawan
memanglah tanpa guna kata-kata yang tertantang
mungkin tak baik nasehat yang kurang benar
tak tahu memang rindu selalu ingin melawan
tapi tetap mungkin sulit diperdengarkan
kata siapa ku tak tahu?
aku tahu kalau itu suara Adzan
biarlah ayat-ayat Qur'an pembuka hati yang hilang
kembali lagi terisi di dada seorang pemilik iman
Sudah ku ajarkan banyak hal,
mungkin disitulah tempat dikau senang
sudah ku maafkan beribu hal,
mungkin disitulah tempat dikau senang
Anak ku; yang ku sayang, rindu setahun yang lalu
kau masih senang gembira dengan ku
tapi sekarang suara ku telah kau lupakan
tanpa lagi kau dengarkan,
hingga kau lupa pasang hati dengan iman
Anak ku; yang ku sayang, rindu setahun yang lalu
kau masih tertawa ria menyambut datangnya rembulan
sekarang kau senang dengan hidup yang seperti itu
Ku hanya diam, bukan karena ku tak tahu.
tapi karena aku ingin ajarkan kau tentang hidup
anakku, akan ada saatnya nanti dirimu menangisi ku
orang yang kau anggap tanpa ilmu yang selalu disamping mu
Ibu...












